Category: Articles

Perkembangan Remaja Pada Usianya

Perkembangan remaja dimulai dari umur 10 hingga 18 tahun. Hal ini merupakan fase dimana tahap dari anak-anak menjadi remaja. Fase perkembangan remaja ditandai oleh berbagai hal seperti pertumbuhan tinggi dan beberapa hal lainnya.

Perkembangan fase ini ditandai oleh  tahap early,middle dan late. Berikut adalah perbedaan fase dan cara menasehati remaja:

  1. Early ( 10 hingga 13 tahun)

Di umur ini adalah tahap awal anak berkembang menjadi tahap remaja dan orangtua memiliki peran yang penting untuk melihat perkembangannya dan memberi didikan tentang pubertas agar remaja awal ini tidak bingung dengan adanya fisik yang berubah. Hal ini adalah hal yang wajar terjadi kepada remaja. Di umur 10 hingga 13 tahun ini anak akan belajar untuk mandiri dan perlu dilepas untuk melakukan beberapa pilihannya sendiri.

  • Middle (14 hingga 17 tahun)

Perkembangan menengah dari seorang anak-anak menjadi seorang remaja terjadi dengan perubahan fisik pada laki-laki maupun perempuan. Biasanya ditandai seperti laki-laki akan berubah suaranya menjadi lebih berat, tinggi yang semakin bertambah dan beberapa hal lainnya. Sedangkan perempuan mengalami fase seperti menstruasi, dan hal lainnya.

Di masa-masa ini juga anak remaja akan tertarik dengan lawan jenis. Anda sebagai orangtua harus peka akan hal ini dan dapat memberikan pendidikan seksual kepada para remaja agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Dalam hal ini, Anda juga harus memperhatikan anak agar tidak jatuh dalam pergaulan yang bebas dan dapat menasehatinya agar tidak terjadi yang namanya kenakalan remaja.

  • Late ( umur di atas 18 tahun)

Tahap perkembangan yang terakhir adalah tahap dimana anak akan memiliki pikiran yang lebih luas dan bijak mengambil keputusan. Hal ini bisa Anda arahkan juga agar anak memiliki sikap yang lebih dewasa. Selain itu cita-cita dan masa depan anak juga akan dimulai di tahap ini. Anda dapat mendukung dan memberikan arahan agar apa yang ia ambil itu baik dan sesuai dengan yang ia inginkan.

Cara Unik Menghilangkan Stress

Stres adalah hal yang membuat dampak tidak baik bagi kesehatan tubuh setiap orang. Tidak hanya untuk tubuh fisik tapi juga dapat menyerang kesehatan jiwa serta mental. Berikut adalah cara unik untuk menghilangkan rasa stres

Mempunyai hewan peliharaan

Hewan peliharaan adalah salah satu terapi menghilangkan stress. Terlebih lagi hewan seperti anjing yang dimana hewan ini memenuhi keperluan dasar manusia yaitu memberikan kasih sayang. Anjing dan kucing mampu melihat jauh keinginan majikannya dan bisa memahami.

  • Berendam di air hangat

Penelitian di Swedia mengatakan bahwa berendam di air hangat dapat membuat orang menjadi relaksasi bagi tubuh dan mampu dapat mengurangi stress. Anda dapat melakukannya dengan berendam sekitar 30 menit dan dapat menambah minyak aroma terapi.

  • Melakukan hobi

Anda dapat mengistirahatkan suasana hati yang tidak baik dan stress dengan melakukan hobi. Hobi menyanyi atau menari dapat dilakukan untuk mengisi rasa stress yang menghampiri setiap diri Anda.

  • Minum Jus Dingin

Dengan meminum minuman yang menyegarkan maka Anda dapat lebih baik dan bisa mengurangi stress karena hal ini menurunkan hormon tidak baik dalam diri Anda.

  • Mengunyah permen karet

Selain menyegarkan nafas dan menghilangkan bau, permen karet berguna untuk mengurangi perasaan stress dan dinyatakan mampu mengurangi kecemasan.

  • Tertawa

Tertawa adalah Tindakan yang dipercaya mampu menghilangkan stress. Tertawa membuat hormone stress berkurang dan mengubah cara pandang akan sesuatu. Banyak hal yang dapat membuat Anda tertawa seperti menonton video lucu, membaca buku atau bermain bersama dengan anak-anak kecil.

  • Pijat

Pijat dapat merelaksasi tubuh-tubuh yang lelah dan membuat stress berkurang. Pijatan yang benar akan membuat oto-otot tubuh lebih tenang  Anda dapat melakukan 3-4 kali dalam sebulan untuk merelaksasikan tubuh dan membuat hal ini menjadi terapi di kala stress.

  • Menarik nafas dalam-dalam

Menarik nafas dengan dalam dapat membuat Anda menjadi lebih tenang dan nyaman. Anda dapat melakukannya dengan pelan dan berulang agar memperingan beban pikiran Anda.

Penyebab daya tahan tubuh anak menurun

 

Daya tahan tubuh atau biasa disebut sistem imun sangatlah penting untuk menjaga daya tahan tubuh pada anak. Hal ini dikarenakan sistem imun berguna untuk menjaga tubuh dari serangan virus atau bakteri yang menyebabkan berbagai macam penyakit. Namun terkadang orangtua jarang mengetahui bahwa sistem imun anaknya terkadang menurun. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat membuat sistem imun menurun.

  1. Terlalu banyak mengosunsumi makanan atau minuman yang mengandung garam dan gula

 

Penelitian mengatakan bahwa terlalu banyak mengonsumsi garam berlebih akan membuat ginjal mengeluarkan efek domino, yaitu kurangnya kemampuan tubuh melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Sedangkan apabila anak mengonsumsi gula berlebih dapat menurunkan kemampuan sel imun yang seharusnya dapat melawan bakteri yang masuk ke tubuh manusia.

Informasi anjuran konsumsi gula dan garam dalam satu hari :

  • Usia 4 hingga 6 tahun : 3 gram garam
  • Usia 7 hingga 10 tahun : 5 gram gara,
  • Usia 2 hingga 18 tahun : kurang dari 25 gram gula
  1. Kurang aktif berolahraga

Di zaman yang serba modern ini banyak anak-anak yang kecanduan dalam bermain game dan tidak bergerak aktif. Padahal jika anak bergerak aktif maka sistem imun akan meningkat dan membentuk antibody. Mulailah mengajak anak untuk setidaknya berjalan kaki di dalam rumah selama 20 menit dan lakukan empat kali dalam seminggu untuk menjaga daya tahan tubuh anak.

  1. Kurangnya jam tidur

Tidur adalah hal yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Jika anak tidak tidur sesuai waktu normal maka anak dapat rentan terserang penyakit seperti flu.

  1. Kurang asupan serat

 

Serat memiliki fungsi untuk menjaga pencernaan menjadi baik dan membantu keseimbangan bakteri baik di dalam usus yang dapat menambah sistem imun pada anak. Tentu saja untuk mendapatkan sumber serat, Anda dapat memberi menu makanan dan gizi yang seimbang kepada anak. Nutrisi ini dapat melindungi anak dari virus dan bakteri serta memperkuat antibodi sehingga membuat anak menjadi jarang sakit.

Cegah Anak Sakit Saat Liburan Panjang

Liburan panjang adalah waktu tepat untuk mengasah anak dengan kegiatan lainnya selain belajar di sekolah sekaligus melakukan kegiatan yang menyenangkan. Oleh sebab itu, sebagian anak akan tetap aktif melakukan aktivitas walaupun sedang tidak bersekolah. Melakukan kegiatan di rumah membuat anak bergerak lebih aktif dan  tubuh anak menjadi mudah lelah serta butuh perlindungan ekstra.

Selain anak akan cepat lelah, liburan bisa dapat membuat anak stress jika tidak melakukan kegiatan yang menarik. Berikut adalah tips mencegah anak jatuh sakit saat liburan panjang.

  1. Mengajari anak membiasakan cuci tangan

Bermain di tempat yang kotor, bersalaman dengan saudara atau pergi ke tempat wisata tertentu dapat mengakibatkan adanya virus atau bakteri yang akan menyerang anak. Agar virus dan bakteri tersebut tidak menyerang tubuh anak, Anda dapat mengajari anak untuk terbiasa mencuci tangan yang kotor. Ajarilah anak untuk mencuci tangan dengan benar dan biasakan hal ini sedari dini agar anak terbiasa melakukan kebiasaan yang sehat.

  1. Minum cukup air

 

Setelah mencuci tangan, tahap selanjutnya untuk mencegah anak jatuh sakit adalah mencukupi kebutuhan minum agar tidak dehidrasi. Ingatkan anak untuk membawa botol air setiap akan keluar dan beraktivitas bersama dengan teman-teman ataupun saudaranya.

  1. Makan dengan baik

 

Makanan menjadi sumber energi yang baik untuk anak dalam melakukan kegiatan yang ia lakukan di rumah maupun di luar rumah. Terlebih lagi, Anda harus mengingatkan anak Anda untuk tidak menunda makan dan porsinya cukup untuk anak Anda.

  1. Tidur cukup dan buat si kecil tidak stress

 

Untuk membuat sistem imun menjadi kuat, pastikan anak cukup tidur. Meskipun liburan sekolah, Anda harus ingatkan agar anak tidak tidur terlalu malam karena akan membuat jam tidur menjadi berantakan dan kualitas tidur menjadi buruk.

Lalu jangan lupa untuk menghabiskan liburan dengan hal-hal menyenangkan seperti jalan-jalan ke taman, belajar dan bermain di museum atau makan bersama dengan anak untuk mempererat hubungan Anda juga dengan anak.

 

Dampak Orangtua Sering Berbohong Kepada Anak

“Kalau kamu nggak jadi anak baik, nanti bapak satpam datangi kamu” Kalimat seperti ini mungkin akan sering di dengar dari mulut orangtua kepada anaknya. Ucapan yang bohong ini terkadang dilakukan orangtua agar anaknya dapat melakukan apa yang mereka minta. Menurut studi, hal seperti ini dapat membuat anak kelak saat dewasa akan menjadi seorang pembohong. Dalam sebuah riset terdapat 379 orang dewasa Singapura yang diberikan pertanyaan seputar kebiasaan bohong yang pernah diucapkan oleh orangtua mereka pada saat mereka kecil hingga sekarang dan bagaimana cara orangtua mereka dalam menghadapi masalah. Hasil dari riset tersebut adalah banyak peserta yang memiliki orangtua yang suka berbohong cenderung mengucapkan kebohongan di saat dewasa. Peserta juga menunjukkan hasil bahwa mereka mengalami kesulitan dalam menghadapi berbagai tantangan dan cenderung bersikap egois, memanipulasi sesuatu dan sering melakukan kesalahan.

 

Ketika seorang anak mengetahui bahwa kedua orangtua melakukan sebuah kebohongan, kepercayaan pada anak akan hilang dan tidak sepatutnya orangtua berbohong kepada anak karena hal tersebut memberikan contoh yang buruk dan memungkinkan anak melakukan hal yang sama di suatu hari nanti atau bahkan menjadi lebih buruk.

Orangtua harus menerapkan sikap kejujuran kepada anak dan harus dimulai dari diri sendiri. Sebagai orangtua, kita dapat menjelaskan kepada anak tanpa harus berbohong dan sesuaikan dengan kemampuan menangkap anak.

 

Sebuah contoh sebuah nasehat, akan lebih baik jika orangtua mengucapkan, “kalau kamu tidur terlalu malam, besok kamu akan telat ke sekolah” dari pada Anda mengatakan, “kalau kamu tidak segera tidur, nanti monster akan mendatangimu dalam mimpi.”

Berbagai pilihan kata untuk mengatur hal seperti ini dapat dilakukan dan tanpa menimbulkan persepsi lain kepada anak yang bisa menyesatkan. Sebaiknya ucapkan hal jujur karena hal tersebut dapat memberi tahu anak akibat dari sebuah tindakan yang dilakukan. Menerapkan kejujuran juga harus disertai Anda dapat menepati janji. Jika Anda bisa tepati janji kepada anak, tentu anak akan memberikan kepercayaannya pada Anda dan Anda menjadi contoh yang baik bagi anak.

WhatsApp Support
Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!
Hi, how can I help?